Sistem Ekskresi atau Sistem Pengeluaran



Sistem Pengeluaran - Manusia adalah makhluk yang selalu akan butuh makanan dan membuang makanan. Semua makanan butuh untuk dimakan karena kemudian diproses untuk dibentuk energi guna dijadikan kekuatan untuk melakukan aktivitas. Tanpa makan, kita tidak akan memiliki energi untuk bergerak dan beraktivitas. 

Proses mengolah makanan yang dilakukan didalam tubuh menghasilkan sebuah sisa makanan. Metabolisme yang terjadi didalam tubuh akan dapat berlangsung secara baik jika sisa-sisa ini selalu dikeluarkan tepat pada waktunya. Jadi sisa tersebut harus dikeluarkan. Nah, proses pengeluaran dalam hal ini disebut sebagai proses ekskresi atau lebih sering dikenal dengan proses pengeluaran.

Sistem Ekskresi atau Sistem Pengeluaran

Sistem pengeluaran terdiri dari beberapa bagian, yang antara lain adalah :

# Defekasi ialah pengeluaran sisa hasil pencernaan berupa feses atau tinja
# Ekskresi ialah pengeluaran dari sisa metabolisme berupa Co2, urine dan keringat
# Sekresi ialah pengeluaran sekret yang digunakan lagi oleh tubuh, contohnya hormon dan enzim

Metabolisme protein menghasilkan asam amino. Kemudian asam amino diuraikan lagi menjadi Nh4oh dan Nh3 yang bersifat racun dan diikat oleh co2, asam ornitin sitrun dan arginin.

Manusia - Sumber gambar : flickr.com

Sistem Pengeluaran ( Ekskresi ) Pada Manusia

Alat ekskresi yang berlangsung didalam tubuh manusia ada beberapa macam. Semua alat ini sama pentingnya dalam berperan mengeluarkan sisa-sisa makanan didalam tubuh. Alat tersebut antara lain adalah :

1. Hati

Berfungsi menyimpan gula dalam bentuk glikogen tempat pembentukan dan perombakan protein tertentu, menetralkan racun dan membuka empedu.

Setiap 1 detik 10 juta eritrosit rusak/ tua dan detik itu pula 10 juta eritrosit baru dibentuk eritrosit yang telah tua disimpan oleh sel khusus didalam hati disebut Histiosit. Hemoglobin dari eritrosit tersebut diuraikan menjadi :
  • Zat besi ( Fe ) berfungsi untuk pembuatan eritrosit yang baru
  • Globin berfungsi untuk metabolisme protein dan pembentukan lagi
  • Hemin diubah menjadi zat warna empedu ( bilirubin dan biliverdin ) kemudian dioksidasi menjadi urobilin (Kuning kecoklatan) dan warna inilah yang memberi warna urine dan fases

2. Ginjal

Berfungsi mengeluarkan urine. Ginjal terdiri dari jutaan nefron setiap nefron mengandung 1 badan malpigi, setiap badan malpigi terdiri dari kapsul bowmen dan glomerulus. Dalam medula ginjal berisi tubulus kontartus proksimal, tubulus distal, tubulus pengumpal dan lengkung henle.

Proses Pembentukan Urine

Didalam pembentukan urine, ada 3 buah proses yang terjadi didalam tubuh manusia, yaitu :
  1. Filtrasi atau Penyaringan - Darah masuk glomerulus mengandung air, garam, gula dan urea yang mengalami penyaringan dan terbentuklah urine primer atau filtrat glemerulus dengan komposisi air, protein, gula, asam amino, urea dan ion organik.
  2. Reabsorbsi atau Penyerapan kembali - Urine primer yang mengandung glukosa, garam dan asam amino dibawa masuk ke tubulus proksimal. Dalam tubulus ini terjadi reabsorbsi sehingga kadar urea lebih tinggi yang dibawa masuk ke tubulus distal melalui lengkung henle terbentuklah urine sekunder.
  3. Augmentasi - Urine sekunder yang mengandung air, garam, dan urea masuk ke tubulus pengumpul dan masih terjadi reabsorbsi berupa ion Nacl, urea, dan sampai terbentuklah urine.

Pengaruh Prosuksi Urine

Dalam produksi urine, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas produksi urine, yang antara lain adalah :
  1. Suhu
  2. Emosi
  3. Jumlah air yang kita minum
  4. Hormon ADH (Antidluretik Hormon)

3. Paru-Paru

Sebagai alat ekskresi, paru-paru mengeluarkan CO2 dan H2O. Pada jaringan setelah membebaskan O2 eritrosit mengikat Co2 melalui proses berantai yang disebut dengan pertukaran klorida. Co2 larut menjadi asam karbonat H2Co3 dengan bantun enzim Karbonat An Hidrose.

Asam karbonat akan terurai menjadi ion bikarbonat Hco3- dan H+. H+ bersifat racun sehingga segera diikat oleh HB. Hco3- keluar dari sel darah dan kedudukannya digantikan oleh ion klorida. Co2 sebagian besar diangkut dalam bentuk ion bikarbonat dan sebagian kecil dalam bentuk Karbominohemoglobin. Dalam paru-paru Co2 dilepas dan O2 diikat oleh darah.

4. Kulit - Kulit

Pada bagian dalam tubuh manusia tersusun berbagai organ tubuh yang kemudian pada bagian terluar dilapisi oleh kulit. Salah satu fungsi kulit adalah untuk mengeluarkan keringat. Kulit terdiri atas beberapa lapisan yang antara lain adalah :
  • Lapoisan Epidermis, terdiri dari : stratum korneum ( selalu mengelupas ), stratum lusidium, stratum granulosum, stratum geminativum yang terus-menerus membelah membentuk sel baru kearah luar. Lapisan stratum lusidium dan stratum granulosum mengandung pigmen.
  • Lapisan Dermis, terdiri dari : pembuluh darah, saraf, akar rambut, kelenjar minyak. Kelenjar keringat atau minyak tersebar diseluruh permukaan tubuh kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Kelenjar ini terdapat didekat akar rambut, kelenjar yang dipengaruhi oleh rangsang saraf menghasilkan keringat dalam jumlah banyak, sedang pengeluaran keringat rutin tidak dipengaruhi oleh saraf.

Gangguan Pada Sistem Ekskresi

Adapun beberapa gangguan yang cenderung banyak terjadi pada sistem ekskresi manusia adalah :
  • Diabetes militus/kencing manis : jika glukosa ikut masuk pada urine maka akan terjadi penyakit ini.
  • Diabetes insipidus : jika kekurangan hormon ADH akan menyebabkan penyerapan air terganggu sehinggan volume urine akan menjadi meningkat.
  • Nefritis : radang pada nefron yang disebabkan oleh bakteri.
  • Hematuria : masuknya sel darah merah kedalam urine.
  • Batu ginjal : terjadi karena pengendapan garam kalsium dalam ginjal/kandung kemih.
  • Albuminuria : masuknya Albumin kedalam urine.
  • Uremia : masuknya urea ke pembuluh darah.
  • Udema : penimbunan air dikaki karena reabsorbsi terganggu.

Sistem Pengeluaran (Ekskresi) Pada Hewan

Berikut sistem ekskresi yang terjadi pada beberapa jenis hewan dapat dijumpai dibawah ini.

Belalang - Sumber gambar : pixabay.com

  • Sistem ekskresi protozoa, sisa metabolisme dikeluarkan melalui fakuola berdenyut atau fakuola kontraktil.
  • Sistem ekskresi parifera dan gelentera, sisa metabolisme dikeluarkan secara difusi.
  • Sitem ekskresi planaria atau cacing pipih, sisa metabolisme dikeluarkan melalui protonefridium atau sel api.
  • Sistem ekskresi annelida atau cacing tanah. Alat ekskresi berupa sepasang metanefridium berbentuk tabung, bagian yang terbuka dan berbentuk corong bersila yang disebut dengan nefrostorm, dan ujung yang lain bermuara keluar tubuh yang disebut dengan nefridiofor.
  • Sistem ekskresi insekta. Alat ekskresi berupa pembuluh malpigi yang melekat pada ujung usus belakang, dan hasil ekskresi berupa asam urat. 
  • Sistem ekskresi pada ikan. Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal berupa tipe mesonefros. Ikan laut mengekspresikan sampah nitrogen (Trimetilamin oksida/ TMO).
  • Sistem ekskresi amphibi. Alat ekskresi berupa ginjal tipe mesonfros. Pada kotak jantan saluran ginjal bersatu dengan saluran kelamin. Ginjal amphibi berhubungan dengan kandung kemih. Hasil ekskresi larva amphibi berupa amonia pada berudu dan kotak berupa urea.
  • Sistem ekskresi reptil. Alat ekskresi reptil berupa sepasang ginjal metanefros yang dihubungkan dengan kandung kemih dan bermuara dikloaka. Hasil ekskresi berupa asam urat dan amonia.
  • Sistem ekskresi unggas atau aves. Alat ekskresi berupa sepasang ginjal metanefros. Hasil ekskresinya berupa asam urat dan garam.

Demikian sedikit informasi yang dapat disampaikan mengenai sistem ekskresi, semoga bermanfaat. Mishba7 blog



Baca juga :

0 Response to "Sistem Ekskresi atau Sistem Pengeluaran"

Post a Comment

Mari berkomentar dengan baik dan beretika. Juga pastikan komentar yang dikirim tidak spam, tidak menyertakan link (hidup/mati) agar komentar Anda lolos moderasi kami. Terima kasih